Senin, 20 September 2010

Dialog Yesus dengan orang Farisi

29. Dialog Yesus dengan orang Farisi
"Guru, hokum manakah yang terutama dalam hokum taurat?" Jawab Yesus kepadanya : "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:36-37)
Orang-orang Farisi yang hidup sezaman dengan Yesus, bahkan mereka bisa berbicara bertatap muka langsung dengan Yesus, memanggil Yesus "Guru" bukan "Tuhan". Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab "Kasihanilah Tuhan, Allahmu … dst …". Jika Yesus itu adalah Tuhan, mestinya dia katakana "Kasihanilah Aku sebab akulah Tuhan, Allahmu." (Matius 22:36-37)
  • Setiap yang mengasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengasihi Tuhan, Allahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap orang yang dipanggil Guru, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dipanggil guru berarti Yesus bukan Tuhan.
30. Yesus tidak tahu hari kiamat
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)
Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tiak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!
  • Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
31. Yesus pergi berdoa di Getsmani
"Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (Matius 26:36)
Sebenarnya jika mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa lagi doa ditujukan?
  • Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!
32. Yesus sedih, gentar dan terasa akan mati
"Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : "Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (Matius 26:37-38).
Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan.
  • Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

0 komentar:

Poskan Komentar